Blog Tips Otomotif Mobil Motor

Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala

Automotivexist.blogspot.com - rem pada kendaraan sangat erat kaitannya dengan keselamatan berkendara, sebab tanpa rem tentu kita tidak bisa mengontrol laju kendaraan dengan baik, terutama di jalan yang kondisinya macet atau untuk menghentikan laju kendaraan karena suatu sebab. Jika rem kendaraan sampai bermasalah dijalan, selain membuat kita was - was dalam berkendara juga bisa menyebabkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu penting sekali melakukan perawatan serta melakukan pengecekan sistem rem secara berkala yang bisa kita lakukan sendiri dirumah, atau menyerahkan segala urusak pengecekan ini ke bengkel langganan.

Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala
Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala : Terlihat bagus diluar belum tentu bagus didalam


Pengecekan sistem rem ini meliputi pengecekan fungsional, visual serta teknikal yang tentunya dilakukan dengan cara yang berbeda - beda. Pengecekan fungsional ini biasanya ya mengecek tentang kinerja rem kendaraan, caranya yakni dengan malakukan stop & Go terhadap kendaraan yang sedang di cek, apakah fungsi rem bekerja dengan baik ataukah tidak.

Pengecekan secara visual ialah melakukan pengecekan dengan cara melihat langsung komponen yang ada pada sistem rem melalui indera mata kita, apakah ada komponen yang aus misalnya kampas sudah tipis, apakah bagian piston rem mengalami kebocoran ataukah tidak dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk pengecekan secara teknikal ialah melalui penggunaan alat ukur terhadap sistem pengereman itu sendiri. Misalnya menggunakan jangka sorong ( sketmat/vernier caliper ), micrometer, dial gauge dan peralatan teknikal lain yang sesuai untuk digunakan mengecek bagian yang perlu di cek.

Baca juga : Rem mobil buang kiri atau kanan, begini perbaikinya

Jika terdapat kerusakan kecil alangkah baiknya untuk segera langsung diperbaiki mengingat resikonya jika kita menunda perbaikan pada sistem pengereman mobil sangatlah berbahaya. Nah bagi kalian - kalian yang mungkin saja jarang atau tidak pernah melakukan cek rem kendaraannya secara periodik, sebaiknya bawa kendaraan kesayanganmu untuk di cek di bengkel langganan atau di cek sendiri jika bisa. Jadi jangan menunggu muncul masalah baru dilakukan pengecekan ya !!!. Semoga bermanfaat.




Bahaya Jika Turbocharger Bocor

Automotivexist.blogspot.com - mobil diesel yang dilengkapi dengan turbocharger memang memiliki kelebihan yakni menghasilkan tenaga mesin yang lebih nendang ketika mesin berada di rpm tinggi, namun sebaliknya efek yang paling tidak disukai oleh banyak pengguna mesin turbo adalah soal terjadinya lag mesin atau jeda sejenak saat mesin baru digeber terutama di rpm rendah.

Yah namun sekali lagi itu tergantung dari desain maupun karakter mesin mobilnya sih, sebab tidak semua mesin mobil yang menggunakan turbocharger tidak memiliki gejala lag yang sama.

Bahaya Jika Turbocharger Bocor

Mesin turbo pun juga perlu dirawat dengan baik agar tidak mudah rusak dikemudian hari, sebab jika sampai rusak selain akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, muncul juga bunyi yang berisik mengganggu telinga, bahkan yang paling parah mesin mobil bisa rontok hanya gara - gara kerusakan turbocharger.

Kerusakan turbocharger

Kerusakan yang dimaksud adalah berupa bocornya oli melalui mesin turbocharger. Mesin turbo yang bocor akan menyebabkan oli mesin juga akan berkurang tergantung tingkat kebocoran itu sendiri. Hal ini dikarenakan pada poros baling - baling mesin turbo juga membutuhkan pelumasan dari oli yang diambil dari oli mesin. Jika turbo bocor, secara otomatis oli mesin juga akan ikut berkurang sedikit - demi sedikit bahkan bisa sampai habis tak bersisa. Bila kita kurang dalam mengontrol ketinggian oli mesin, maka mesin pun rawan kehabisan oli dan terkancing.

Bagian mesin turbo yang bocor ini diakibatkan rusaknya seal penahan oli didalamnya yang biasanya disebabkan karena penggunaan oli yang jarang diganti, oli kotor atau terlalu kental sehingga tidak mampu melumasi komponen dalam mesin turbo secara maksimal.

Perawatan mesin turbocharger

Untuk merawat mesin turbo sebenarnya gampang, cukup gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan mobil terutama untuk masalah SAE oli. Serta penggantian oli mesin secara berkala sesuai buku petunjuk servis. Tentunya mengganti oli lebih cepat dari buku servis juga semakin bagus sih, misalnya saja di buku servis sebuah truk berturbocharger informasi penggantian olinya tiap 5.000km, tentunya akan lebih bagus jika kita menggantinya sebelum menyentuh jarak tempuh 5.000km, misalnya saja baru 4.000 atau 4.500 sudah kita ganti olinya. untuk lebih lengkap soal perawatan silahkan baca tulisan kami yang lain di bawah ini.

Baca : Tips merawat mesin turbo agar awet

Catatan penting

Bila ada diantara kalian yang memiliki mobil bermesin turbo dan mengalami kebocoran. Saat melakukan penggantian mesin turbo nya, usahakan juga memeriksa bagian dalam mesin, terutama dibagian metal duduk, metal bulan, metal jalan dan komponen lain didalamnya siapa tahu karena mobil sering kekurangan oli memuat komponen tadi mengalami aus. Tentu akan sangat percuma jika mesin turbo nya sudah diganti baru, eh baru jalan beberapa kilo malah bagian dalam mesin seperti metal duduk nge roll dan membuat mesin rusak.

Mungkin daftar artikel yang berkaitan dengan turbocharger dibawah ini juga bermanfaat buatmu :









Air Aki Merah Dan Biru Mana Yang Lebih Bagus ?

Air aki merah vs biru - Aki type basah adalah salah satu jenis aki yang sampai saat ini masih banyak dipakai meskipun tergolong berteknologi jadul.Hal ini bukan tanpa sebab mengingat meskipun aki basah ini perlu rutin dipantau ketinggian cairan elektrolitnya, jika si pemilik kendaraan rutin dalam melakukan perawatan usianya bisa bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan aki model MF.

Cara perawatan aki basah ini sangat simpel walaupun beberapa orang menganggapnya repot yakni harus rajin memantau ketinggian air aki didalamnya. Jika air aki berkurang maka kita sebaiknya sesegera mungkin menambahkan air aki kedalamnya agar ketinggiannya kembali di batas aman.

Perbedaan Air Aki Zuur Dan Air Aki Tambah

Nah di pasaran sendiri untuk air aki yang dijual biasanya dikemas dalam kemasan botol tuang yang memiliki label merah dan label biru yang tentu saja memiliki fungsi yang berbeda beda. Jika kalian bingung mau memilih aki botol merah atau aki botol biru, sebaiknya kalian perlu memahami fungsi dari air tersebut dan penggunaannya.

Air aki botol merah

Biasa disebut dengan air zuur atau air asam sulfat yang memiliki rumus kimia H2SO4 yaitu larutan elektrolit yang nantinya dapat digunakan sebagai cairan penghantar listrik. Pada dasarnya air aki botol merah ini pun bukan murni H2SO4 karena bagaimanapun juga kadar sulfatnya tak lebih dari 10% nya saja.

Air aki botol biru

Adalah air yang didapatkan dari proses penyulingan dan bebas mineral ( walaupun beberapa ada yang mengandung timbal ), yang biasanya digunakan sebagai cairan penambah volume aki jika volume air pada sel aki mulai berkurang sedikit. Dengan menambahkan air aki botol biru inilah kita bisa mengatur volume air dialam sel aki agar tidak menurun dan habis. Sebab jika sel aki tidak terendam sempurna oleh cairan elektrolik akan menyebabkan suhu aki menjadi panas dan akhirnya akan rusak.

Baca juga : Cara cas aki kering paling gampang

Untuk pengaplikasiannya biasanya air aki botol merah ini dipakai saat pengisian aki pertama kali dimana aki sebelumnya kosong tanpa cairan. Cukup tuang air zuur botol merah pada tiap - tiap sel aki sesuai dengan batas ketinggiannya, jangan terlalu kurang dan berlebih.

Atau bisa juga digunakan saat aki kendaraan kehabisan cairan akibat anda lalai dalam mengontrolnya, misal saja air aki tinggal seperempat atau bahkan habis tak bersisa. Termasuk juga saat rekondisi aki, dimana prosesnya adalah mendidihkan aki kemudian membuang seluruh cairan yang ada, kemudian menggantinya dengan cairan baru.

Sedangkan untuk air aki botol biru digunakan jika air aki mulai menyusut, misal saja menyusut dibawah batas low level. Jangan sekali - kali menambahkan air aki botol biru kedalam aki yang kehabisan elektrolit, sebab akan membuat aki tidak bisa di cas dikarenakan terlalu banyaknya kadar air didalam sel.

Baca juga : Inilah penyebab air aki cepat habis

Nah semoga bermanfaat.


Fungsi Magnetic Clutch AC Mobil

Magnetic clutch work - didalam sistem AC mobil tentu terdapat berbagai komponen pendukung mulai dari kompressor, kondensator, kipas pendinginan, katup espansi, driyer, evaporator dan lain lain agar dapat menciptakan hawa sejuk didalam ruang kabin. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas fungsi khusus dari salah satu komponen sistem pendinginan yang disebut dengan Magnetic clutch yang biasanya sering mengalami kerusakan berupa macet, bunyi mencicit atau bahkan sama sekali tidak berfungsi alias los.

Fungsi Magnetic Clutch AC Mobil


Fungsi magnetic clutch

Komponen magnetic lutch ini erat kaitannya dengan sistem AC maupun sistem otomatis elektrik lainnya. Fungsi utama dari magnetic clutch atau elektrical clutch ini ialah sebagai saklar pemutus dan penyambung otomatis putaran antara "pulley AC" dengan "As kompressor AC" yang diputar oleh drive belt, tentunya melalui berbagai sensor yang terpasang pada sistem AC mobil.


Terdapat tiga komponen utama pada sistem magnetic clutch seperti yang terlihat pada gambar diatas yaitu "Clutch plate", "pulley AC" serta "clutch coil/ spull".

Cara kerja magnetic clutch

Bagian pulley ini akan berputar secara kontinue/terus menerus tanpa henti karena bagian ini dihubungkan langsung dengan putaran pulley crankshaf oleh Vbelt. Saat Ac mobil di "ON" kan, spull akan teraliri listrik yang selanjutnya membuat bagian ini menjadi medan magnetik. Selanjutnya spull yang telah berubah menjadi magnet ini kemudian akan menarik bagian Clutch plate sehingga antara "Clutch coil" dan "Clutch plate" akan menjepit pulley AC. Dengan begitu maka putaran dari pulley tadi akan diteruskan menuju ke poros kompressor sehingga kompressor dapat bekerja.

Proses ini akan terjadi secara terus menerus dan otomatis melalui sensor thermistor AC yang biasanya terpasang di bagian evaporator AC mobil.

Kenapa harus putus - nyambung ?

Nah pertanyaan bagus, kompressor AC ini dibuat on/off secara otomatis ini ditujukan agar mesin bisa memperoleh performanya dengan baik, irit bahan bakar, serta kompressor AC bisa berusia lebih panjang. Sebab saat kompressor AC menyala maka mesin pun akan mendapatkan beban tambahan, dan jika mesin harus bekerja lebih berat, tentunya mesin harus mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar sehingga penggunaan BBM semakin meningkat.

Selain itu beban mesin yang selalu bekerja berat, akan membuat tenaga mesin menjadi loyo sehingga "kompressor AC" perlu di ON/OFF kan secara berkala untuk mencuri tenaga agar mobil bisa melaju dengan kencang.

Kerusakan yang biasa terjadi pada magnetic Clutch

Kerusakan yang umum terjadi pada komponen ini diantaranya adalah timbulnya bunyi mencicit akibat keringnya bagian bearing, pulley macet total atau juga mengalami malfungsi berupa tidak bekerja nya bagian ini saat AC mobil dihidupkan. Beberapa kerusakan bisa dilakukan perbaikan / servis, dan kadang juga tidak bisa alias perlu diganti komponen baru.

Baca juga : Penyebab magnetic clutch AC cepat rusak





Penyebab Ban Bunyi Berdecit Saat Belok

Automotivexist.blogspot.com - memang bunyi decit di bagian ban ketika mobil dibelokkan akan sangat mengganggu telinga, atau bahkan membuat si pemilik mobil merasa was - was mengenai bunyi yang terjadi di ban tersebut sehingga mereka pun membawa mobil kesayanganya ke bengkel guna mengatasi ban bunyi saat belok tadi.

Lalu apa sih yang bisa menyebabkan timbulnya bunyi pada ban ketika belok tadi ?

Penyebab Ban Berdecit Saat Belok
Image by : yaman.olx.ph


Banyak sekali faktor penyebab kenapa ban berbunyi saat dipakai belok yang diantaranya ialah sebagai berikut ini :

1. Tekanan angin ban kurang

Tiap pabrikan kendaraan biasanya memiliki standar tekanan ban di masing - masing produk kendaraan mereka. Biasanya informasi ini berupa stiker yang ditempel di bagian pintu pengemudi. Disana biasanya terdapat informasi mengenai tekanan minimal - maksimal baik ketika kendaraan kosong ataupun bermuatan penuh. Umumnya tekanan ideal roda mobil ada di rentang 34 - 36 PSI untuk mobil penumpang, 29 - 33 untuk mobil sedan.

Tekanan angin yang kurang dari itu tentu saja akan membuat ban menjadi lebih ngegrip karena bidang gesekan antara permukaan ban dengan aspal semakin besar. Dan karena gaya gesek yang besar inilah yang kemudian menimbulkan bunyi mencicit. Jika ada diantara kalian mobil nya mengeluarkan suara mencicit di bagian ban saat dipakai belok, cobalah menyetel tekanan angin sesuai dengan standarnya yakni diantara 32 hingga 34 PSI.

2. Compound ban terlalu lunak

Selanjutnya adalah mengenai compound ban, semakin lunak compound ban tentu daya cengkeram ke aspal semakin baik karena ban lunak. Namun karena permukaannya lunak akan membuatnya gampang terkisis oleh aspal jalan, sebab pada dasarnya ban bercompound lunak ini hanya cocok dipakai di jalanan basah saja. Dan karena permukaan ban yang lunak, friksi antar ban dan aspal semakin besar dan ada kemungkinan timbul bunyi berupa mendecit ssaat dipakai belok di atas permukaan yang tidak berpori seperti diatas lantai plesteran ataupun diatas lantai keramik kering.

3. Suspensi type tertentu ( Mcperson )

Beberapa jenis suspensi memang memiliki kelemahan yang salah satunya adalah menyebabkan ban menjadi bunyi saat digunakan untuk belok. Biasanya suspensi model Mcperson yang sering mengalami hal ini, sebab pada suspensi Mcperson hanya memiliki satu buah arm sehingga saat digunakan belok, sudut camber juga akan ikutan berubah.

4. Sudut belok setir terlalu banyak

Semakin banyak sudut belok suatu setir, maka rolling camber atau berubahnya sudut camber selama setir digunakan untuk belok tadi akan semakin besar. Dan semakin tajam kita membelokkan setir, tentu saja semakin rawan ban di bagian luar radius yang terseret dan menimbulkan bunyi mencicit akibat ban tidak mampu mengikuti laju kendaraan ketika belok. Untuk mobil keluaran baru yang menggunakan steering rack biasanya dari pabrikan sudah paten sudut beloknya, sedang mobil jadul seperti kijang kapsul, panther dan sebagainya masih terdapat baut penyetel pitman arm.

Usahakan setel sudut belok dari posisi lurus kekiri maupun dari posisi lurus ke kanan maksimal hanya 1 lebih 3/4 putaran. Dengan menyetel sudut belok atau radius putar setir mobil bisa mengurangi bunyi mendecit, namun konsekuensi yang harus diterima adalah kita tidak bisa sekali putar melakukan turn U seperti saat radius setir masih menggunakan 2 putaran, kita harus lebih pandai ambil ancang - ancang saat hendak belok turn U.

5. Sudut roda kemudi yang tidak tepat ( Spooring )

Terakhir adalah soal sudut roda kemudi depan mobil yang mengalami pergeseran sehingga menimbulkan bunyi mendecit saat dipakai belok. Faktor utama yang meyebabkan kondisi yang demikian biasanya dipengaruhi oleh sudut camber serta rolling camber ( toe - in ) yang tidak tepat. Untuk yang satu ini silahkan kalian konsultasikan ke ahli spooring di bengkel langganan.

Ingat jika pada mobil kalian termasuk kedalam poin nomor 2,3,dan 4 diatas, sepertinya melakukan spooring saja tidak akan menyelesaikan problem dengan sempurna kecuali kalian menyelesaikan problem pada poin yang tadi. Dan khusus untuk poin nomor 3 diatas, jika ternyata mobil kalian bertype Mc person sebaiknya jangan berharap banyak untuk hasil yang sempurna.

Semoga informasi diatas dapat berguna.