Blog Tips Otomotif Mobil Motor

Bahaya Gunakan Air Radiator Sembarangan

Radiator cooler - penting bagi pemilik kendaraan untuk memperhatikan cairan radiator kendaraan mereka sebab jika sampai salah mengisi bisa berakibat sangat fatal.

Terlebih lagi jika menggunakan cairan radiator cooler berupa konsentrat yang dalam pemakaiannya perlu dicampur menggunakan air biasa sebelum dimasukkan kedalam tabung radiator.

Sebab cairan cooler tertentu bisa bereaksi dan mengikat zat kapur yang ada didalam cairan air tambah radiator ini yang kemudian mengeras dan menjadi kerak didalam saluran sistem pendingin mesin.

Jika sudah demikian mesin mobil bisa mengalami overheat akibat sirkulasi sistem pendinginan radiator terganggu. Maka dari itu jika kalian ingin mengganti cairan radiator baik sendiri ataupun dilakukan di bengkel, pastikan untuk menanyakan apakah air tambah nya menggunakan air keran, air sumur, air PDAM atau air khusus tertentu.

Sangat disarankan jika kalian ingin mengganti air radiator yang ditambah dengan konsentrat watercooler usahakan memakai air suling atau menggunakan watercoolant yang siap pakai ( non konsentrat ).

Beberapa mobil mungkin memiliki sistem pendingin oli transmisi yang dihubungkan langsung kedalam tangki reservoir radiator bagian bawah dan hal ini akan menambah bahaya dua kali.  Yakni pecahnya saluran ini sehingga air radiator pun ikut masuk mengalir ke sistem transmisi.

Jika suda begitu transmisi pun juga akan mengalami masalah seperti gigi susah masuk, terdengar suara aneh, mobil berat saat melaju dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.

Cara Mengisi Angin Ban Yang Benar

Tips mengisi angin pada ban - pada dasarnya mengisi tekanan angin pada sebuah ban baik itu ban sepeda motor, mobil pribadi, mobil penumpang umum maupun lainnya tidaklah ada patokan standar sehingga banyak yang kebingungan bagaimana caranya mengisi angin yang benar.

Bahkan beberapa orang juga bingung setelah ban mobilnya diisi angin, ke esokan harinya saat di cek ternyata tekanannya berkurang sehingga kuatir bila ban kendaraannya mengalami kebocoran, padahal tidak demikian.

Cara Mengisi Angin Ban Yang Benar


Untuk mengisi angin pada ban kendaraan seperti yang telah kami jelaskan diatas tadi yakni tidak ada patokan yang pasti, namun yang perlu kalian ingat adalah mengenai angin jenis apa yang kalian pakai, berapa suhu ban saat kalian menambahkan angin, seberapa banyak tekanan yang kalian tambah dan seberapa banyak tekanan ban tadi berkurang.

Jika kalian menggunakan angin biasa, sudah pasti tekanan ban akan berubah tergantung suhu ban saat dilakukan penambahan angin. Misalnya saja semula tekanan ban adalah 30 Psi, dan ban dalam suhu yang panas karena habis dipakai. Jika kalian menambahkan angin saat itu misalnya menjadi 35 Psi, maka saat suhu ban dalam keadaan dingin misal di keesokan pagi hari pasti tekanan akan turun antara 2 hingga 3 Psi.

Namun bila menambahkan angin menggunakan angin nitrogen dengan catatatan didalam ban tadi sebelumnya juga angin nitrogen murni, maka penurunan tekanan ini tidak terjadi atau jika terjadi jumlahnya sangat kecil kemungkinan maksimal hanya sekitar 2 Psi saja. Hal ini karena angin nitrogen merupakan angin kering yang tidak tercampur partikel air seperti hal nya angin biasa sehingga tekanan ban tidak mudah memuai maupun menyusut.

Baca juga : Inilah kelebihan serta kekurangan angin nitrogen

Nah bagi kalian yang ingin menambahkan angin pada kendaraan ada baiknya isi angin disaat ban bersuhu dingin, atau jika suhu ban ternyata tinggi karena habis dipakai perjalanan jauh, kalian bisa melebihkan tekanan angin saat menambah angin. Misalnya saja jika ingin menambah menjadi 35 Psi kalian bisa mengisi nya antara 36 hingga 37 Psi.

Oh iya tekanan angin pada ban yang turun ini adalah hal wajar jika turunnya hanya dibawah 5 Psi, namun jika dalam waktu singkat turun banyak dan kemungkinan saat di cek hanya sisa dibawah 25 Psi biasanya ban mengalami bocor halus dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.

Semoga bermanfaat.



Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala

Automotivexist.blogspot.com - rem pada kendaraan sangat erat kaitannya dengan keselamatan berkendara, sebab tanpa rem tentu kita tidak bisa mengontrol laju kendaraan dengan baik, terutama di jalan yang kondisinya macet atau untuk menghentikan laju kendaraan karena suatu sebab. Jika rem kendaraan sampai bermasalah dijalan, selain membuat kita was - was dalam berkendara juga bisa menyebabkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu penting sekali melakukan perawatan serta melakukan pengecekan sistem rem secara berkala yang bisa kita lakukan sendiri dirumah, atau menyerahkan segala urusak pengecekan ini ke bengkel langganan.

Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala
Pentingnya Periksa Rem Secara Berkala : Terlihat bagus diluar belum tentu bagus didalam


Pengecekan sistem rem ini meliputi pengecekan fungsional, visual serta teknikal yang tentunya dilakukan dengan cara yang berbeda - beda. Pengecekan fungsional ini biasanya ya mengecek tentang kinerja rem kendaraan, caranya yakni dengan malakukan stop & Go terhadap kendaraan yang sedang di cek, apakah fungsi rem bekerja dengan baik ataukah tidak.

Pengecekan secara visual ialah melakukan pengecekan dengan cara melihat langsung komponen yang ada pada sistem rem melalui indera mata kita, apakah ada komponen yang aus misalnya kampas sudah tipis, apakah bagian piston rem mengalami kebocoran ataukah tidak dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk pengecekan secara teknikal ialah melalui penggunaan alat ukur terhadap sistem pengereman itu sendiri. Misalnya menggunakan jangka sorong ( sketmat/vernier caliper ), micrometer, dial gauge dan peralatan teknikal lain yang sesuai untuk digunakan mengecek bagian yang perlu di cek.

Baca juga : Rem mobil buang kiri atau kanan, begini perbaikinya

Jika terdapat kerusakan kecil alangkah baiknya untuk segera langsung diperbaiki mengingat resikonya jika kita menunda perbaikan pada sistem pengereman mobil sangatlah berbahaya. Nah bagi kalian - kalian yang mungkin saja jarang atau tidak pernah melakukan cek rem kendaraannya secara periodik, sebaiknya bawa kendaraan kesayanganmu untuk di cek di bengkel langganan atau di cek sendiri jika bisa. Jadi jangan menunggu muncul masalah baru dilakukan pengecekan ya !!!. Semoga bermanfaat.




Bahaya Jika Turbocharger Bocor

Automotivexist.blogspot.com - mobil diesel yang dilengkapi dengan turbocharger memang memiliki kelebihan yakni menghasilkan tenaga mesin yang lebih nendang ketika mesin berada di rpm tinggi, namun sebaliknya efek yang paling tidak disukai oleh banyak pengguna mesin turbo adalah soal terjadinya lag mesin atau jeda sejenak saat mesin baru digeber terutama di rpm rendah.

Yah namun sekali lagi itu tergantung dari desain maupun karakter mesin mobilnya sih, sebab tidak semua mesin mobil yang menggunakan turbocharger tidak memiliki gejala lag yang sama.

Bahaya Jika Turbocharger Bocor

Mesin turbo pun juga perlu dirawat dengan baik agar tidak mudah rusak dikemudian hari, sebab jika sampai rusak selain akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, muncul juga bunyi yang berisik mengganggu telinga, bahkan yang paling parah mesin mobil bisa rontok hanya gara - gara kerusakan turbocharger.

Kerusakan turbocharger

Kerusakan yang dimaksud adalah berupa bocornya oli melalui mesin turbocharger. Mesin turbo yang bocor akan menyebabkan oli mesin juga akan berkurang tergantung tingkat kebocoran itu sendiri. Hal ini dikarenakan pada poros baling - baling mesin turbo juga membutuhkan pelumasan dari oli yang diambil dari oli mesin. Jika turbo bocor, secara otomatis oli mesin juga akan ikut berkurang sedikit - demi sedikit bahkan bisa sampai habis tak bersisa. Bila kita kurang dalam mengontrol ketinggian oli mesin, maka mesin pun rawan kehabisan oli dan terkancing.

Bagian mesin turbo yang bocor ini diakibatkan rusaknya seal penahan oli didalamnya yang biasanya disebabkan karena penggunaan oli yang jarang diganti, oli kotor atau terlalu kental sehingga tidak mampu melumasi komponen dalam mesin turbo secara maksimal.

Perawatan mesin turbocharger

Untuk merawat mesin turbo sebenarnya gampang, cukup gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan mobil terutama untuk masalah SAE oli. Serta penggantian oli mesin secara berkala sesuai buku petunjuk servis. Tentunya mengganti oli lebih cepat dari buku servis juga semakin bagus sih, misalnya saja di buku servis sebuah truk berturbocharger informasi penggantian olinya tiap 5.000km, tentunya akan lebih bagus jika kita menggantinya sebelum menyentuh jarak tempuh 5.000km, misalnya saja baru 4.000 atau 4.500 sudah kita ganti olinya. untuk lebih lengkap soal perawatan silahkan baca tulisan kami yang lain di bawah ini.

Baca : Tips merawat mesin turbo agar awet

Catatan penting

Bila ada diantara kalian yang memiliki mobil bermesin turbo dan mengalami kebocoran. Saat melakukan penggantian mesin turbo nya, usahakan juga memeriksa bagian dalam mesin, terutama dibagian metal duduk, metal bulan, metal jalan dan komponen lain didalamnya siapa tahu karena mobil sering kekurangan oli memuat komponen tadi mengalami aus. Tentu akan sangat percuma jika mesin turbo nya sudah diganti baru, eh baru jalan beberapa kilo malah bagian dalam mesin seperti metal duduk nge roll dan membuat mesin rusak.

Mungkin daftar artikel yang berkaitan dengan turbocharger dibawah ini juga bermanfaat buatmu :









Air Aki Merah Dan Biru Mana Yang Lebih Bagus ?

Air aki merah vs biru - Aki type basah adalah salah satu jenis aki yang sampai saat ini masih banyak dipakai meskipun tergolong berteknologi jadul.Hal ini bukan tanpa sebab mengingat meskipun aki basah ini perlu rutin dipantau ketinggian cairan elektrolitnya, jika si pemilik kendaraan rutin dalam melakukan perawatan usianya bisa bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan aki model MF.

Cara perawatan aki basah ini sangat simpel walaupun beberapa orang menganggapnya repot yakni harus rajin memantau ketinggian air aki didalamnya. Jika air aki berkurang maka kita sebaiknya sesegera mungkin menambahkan air aki kedalamnya agar ketinggiannya kembali di batas aman.

Perbedaan Air Aki Zuur Dan Air Aki Tambah

Nah di pasaran sendiri untuk air aki yang dijual biasanya dikemas dalam kemasan botol tuang yang memiliki label merah dan label biru yang tentu saja memiliki fungsi yang berbeda beda. Jika kalian bingung mau memilih aki botol merah atau aki botol biru, sebaiknya kalian perlu memahami fungsi dari air tersebut dan penggunaannya.

Air aki botol merah

Biasa disebut dengan air zuur atau air asam sulfat yang memiliki rumus kimia H2SO4 yaitu larutan elektrolit yang nantinya dapat digunakan sebagai cairan penghantar listrik. Pada dasarnya air aki botol merah ini pun bukan murni H2SO4 karena bagaimanapun juga kadar sulfatnya tak lebih dari 10% nya saja.

Air aki botol biru

Adalah air yang didapatkan dari proses penyulingan dan bebas mineral ( walaupun beberapa ada yang mengandung timbal ), yang biasanya digunakan sebagai cairan penambah volume aki jika volume air pada sel aki mulai berkurang sedikit. Dengan menambahkan air aki botol biru inilah kita bisa mengatur volume air dialam sel aki agar tidak menurun dan habis. Sebab jika sel aki tidak terendam sempurna oleh cairan elektrolik akan menyebabkan suhu aki menjadi panas dan akhirnya akan rusak.

Baca juga : Cara cas aki kering paling gampang

Untuk pengaplikasiannya biasanya air aki botol merah ini dipakai saat pengisian aki pertama kali dimana aki sebelumnya kosong tanpa cairan. Cukup tuang air zuur botol merah pada tiap - tiap sel aki sesuai dengan batas ketinggiannya, jangan terlalu kurang dan berlebih.

Atau bisa juga digunakan saat aki kendaraan kehabisan cairan akibat anda lalai dalam mengontrolnya, misal saja air aki tinggal seperempat atau bahkan habis tak bersisa. Termasuk juga saat rekondisi aki, dimana prosesnya adalah mendidihkan aki kemudian membuang seluruh cairan yang ada, kemudian menggantinya dengan cairan baru.

Sedangkan untuk air aki botol biru digunakan jika air aki mulai menyusut, misal saja menyusut dibawah batas low level. Jangan sekali - kali menambahkan air aki botol biru kedalam aki yang kehabisan elektrolit, sebab akan membuat aki tidak bisa di cas dikarenakan terlalu banyaknya kadar air didalam sel.

Baca juga : Inilah penyebab air aki cepat habis

Nah semoga bermanfaat.