Di Rem Setengah Setir Getar Kenapa ?

Setir getar saat di rem memang membuat pengemudi merasa kurang nyaman, apalagi bila hal ini terjadi berulang kali membuat tangan pengemudi terasa kram.

Banyak faktor dan indikator yang bisa diperiksa saat kalian menemukan problem ini, khususnya pemeriksaan di bagian kaki - kaki maupun sistem pengereman mobil disesuaikan dengan keluhan pengguna.

Beberapa poin yang perlu diperiksa diantaranya ialah bagian kampas rem, keolengan disc brake, kondisi piston rem, serta bagian kaki - kaki mobil yang berhubungan mulai dari tie rod, steering rack,dan juga joint steer.

Problem setir getar saat di rem setengah biasanya terjadi pada mobil yang menggunakan sistem rem dengan banyak piston seperti fortuner, hilux double cabin dan lain sebagainya.

Ambil contoh Toyota Fortuner yang menggunakan 8 piston kaliper rem dimana masing - masing 4 di bagian roda kiri dan 4 di bagian roda kanan. Bila salah satu piston rem mengalami macet  daya tekan antara kampas dengan disc brake menjadi tidak rata / miring sehingga saat di rem setengah efeknya akan menyebabkan getar.

Efek setir bergetar ini malah akan hilang jika rem ditekan penuh / ditekan kuat karena saat penekanan penuh tersebut, seluruh piston akan bergerak dengan sempurna sehingga bidang singgung kampas dan disc rata.

Jika ternyata piston rem tidak ada yang macet kalian bisa melakukan pengukuran tingkat keolengan disc brake menggunakan dial gauge. Bila melebihi batas toleransi keolengan dan masih dalam masa garansi, kalian bisa memita klaim ke dealer bersangkutan dimana kalian membeli mobil.

Namun bila masa garansi sudah lewat, kalian bisa coba melakukan bubut disc brake di tukang bubut.

Cek juga bagian kampas rem apakah kampas cacat aus tidak rata atau tidak. Bahan kampas bagus atau tidak. Jika kampas  kurang bagus sekalian baiknya diganti baru.

Lain - lain cek juga understeel mobil bagian depan, jika ada komponen yang oblak bila masih bisa di setel silahkan di setel. Bila tidak lakukan penggantian dengan part baru.




Bisakah Oli Mesin Untuk Gardan Motor Matic ?

Oli memang merupakan komponen penting pada sebuah mesin sebagai pelumasan agar nantinya bagian - bagian mesin menjadi awet dan berusia lama.

Oli mesin pun diciptakan dengan formula berbeda - beda sesuai dengan peruntukannya. Tiap merk oli pun juga memiliki formula pembuatan oli nya masing - masing dengan berbagai keungguannya.

Khusus untuk motor matik biasanya menggunakan 2 jenis oli yakni oli khusus untuk mesin, dan oli khusus untuk gardan dimana kebanyakan oli mesin memiliki viskositas yang berbeda dengan oli gardan.

Oli garda biasanya memiliki viskositas lebih kental yang bertujuan untuk mereduksi suara gear gardan agar lebih terdengar halus. Kental nya oli gardan ini juga sesuai diberikan sebab kinerja gardan lebih rendah dibandingkan kinerja mesin yang sangat tinggi.

Pertanyaannya adalah bolehkah oli mesin digunakan juga sebagai oli gardan pada motor matik ?

Jawabannya tergantung anjuran pabrikan motor maupun dari diri anda sendiri. Ada beberapa merk motor seperto merk H yang membolehkan penggunaan oli mesin sebagai oli gardan karena keduanya dari manufaktur memiliki viskositas oli yang hampir sama. Sedangkan beberapa merk motor lain lebih menganjurkan penggunaan oli berbeda agar gardan lebih halus tidak berisik.

Nah meskipun sudah dianjuran menggunakan oli gardan lebih kental, jika kalian menginginkan penggunaan oli mesin ke gardan motor ya tidak apa - apa dengan konsekuensi gardan lebih berisik dari biasanya.

Namun tetap mengikuti anjuran pabrikan motor tentu lebih baik dan lebih sehat untuk kendaraan kesayangan kita.


Berapa Harga Aki Rusak Bekas dijual ?

Harga aki rusak - ada diantara kalian yang mungkin saja bertanya - tanya sebenarnya aki mobil yang sudah rusak atau sowak jika dijual laku berapa sih ?

Apakah diharga i per kilogram ataukah per biji sih aki bekas rusak tersebut ?

Mungkin menjadi wajar menanyakan hal ini sebab aki bekas yang sudah rusak, sowak entah itu drop maupun tidak bisa mengisi masih laku juka dijual.

Hal ini sesuai dengan pengalaman kami dimana sering sekali menjual aki bekas dari customer, yang kebetulan ganti aki baru dan tidak butuh aki bekas nya alias dikasihkan ke kita secara cuma - cuma.

Kadang memang banyak customer yang gak mau repot mengurus mau dikemanakan aki bekas nya sehingga biasanya memang dikasihkan ke mekanik yang melakukan penggantian, atau bahkan dibuang begitu saja di luar tempat sampah agar bisa ditemukan pemulung.

Namun bagi sebagian orang yang otak nya mata duitan seperti saya, kan lumayan bila dijual iya kan hehehe.

Kami biasanya menjual aki bekas rusak di tempat khusus yang memang menerima aki bekas rusak. Jika fisik aki bagus tidak retak, tidak rompal dll maka harga aki bekas tersebut ditawar mahal. Namun jika ada cacat biasanya dibeli dengan harga rongsokan alias timbangan.

Aki yang fisiknya bagus yang ukurannya kecil seperti aki avanza, yaris dan aki kecil sejenisnya biasanya dibeli dengan harga Rp 100.000,- rupiah. Namun bila ukuran aki nya tergolong sedang/menengah maca aki milik fortuner, isuzu MuX, maupun aki kelas menengah dihargai Rp 200.000,- rupiah.

Untuk aki truk dengan ukuran besar biasanya dihargai lebih dari 200 ribu an. Jika aki kalian cuma aki motor kemungkinan sekitar Rp 10.000,- rupiah hingga Rp 50.000,- rupiah saja per biji.

Wah ternyata memang lumayan ya harga aki bekas rusak drop tadi jika dijual ke pengepul :).

Namun kalian juga perlu tahu dimana lokasi yang tepat menjual aki bekas, salah - salah bukannya dihargai mahal malah dikibulin dibeli harga murah kan sayang.

Biasanya kami menjual aki bekas rusak drop tadi di toko sparepart / onderdil. Terkadang juga di toko khusus aki mobil. Jadi kami tidak menjualnya di pengepul rongsokan ya karena harganya pasti murah :).


Kenapa Mesin Diesel Harus Sering Ganti Oli Mesin ?

Perawatan mobil diesel - Dalam hal penggantian oli mesin, kendaraan bermesin diesel perlu mengganti oli dengan interval lebih pendek jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin.

Pasalnya mobil diesel ketika proses pembakaran lebih banyak menghasilkan karbon sehingga oli mesin lebih mudah kotor dan menghasilkan jelaga. Selain itu sebagian oli mesin juga akan berkuran akibat ikut terbakar saat proses pelumasan turbocharger terjadi.

Bila tidak segera diganti dalam interval yang lebih pendek, selain rawan kehabisan oli, ditakutkan oli yang sudah banyak mengandung endapan akan mempengaruhi kinerja turbocharger mengingat komponen ini membutuhkan oli sebagai pelumasan.

Nah kembali lagi ke masalah penggantian oli mesin, biasanya pabrikan mobil diesel didalam buku petunjuk servis, menyarankan untuk mengganti oli tiap kelipatan 5000km atau per 3 bulan jika mobil sering digunakan, atau sekurang - kurangnya tiap interval 5000km atau per 6 bulan jika mobil jarang digunakan.

Namun bila mobil diesel yang kalian gunakan merupakan unit pekerja keras, sangat disarankan untuk melakukan penggantian oli mesin lebih cepat dari petunjuk servis. Misalnya saja kalian menggantinya tiap interval 4000km atau 4500km.

Dengan rutin mengganti oli secara berkala selain mesin mobil menjadi lebih sehat dan terbebas dari kerusakan fatal, kalian juga secara tidak langsung telah melakukan perawaran mesin turbocharger agar terhindar dari kerusakan / keausan.

Pastikan juga kalian memperhatikan radiator mobil, sebab radiator dan oli mesin merupakan 2 hal yang paling vital yang harus senantiasa diperhatikan agar mesin mobil selalu prima.


Repair Turbocharger Apakah Efektif ?

Perbaikan turbocharger - mesin mobil yang sudah menggunakan turbocharger memang membutuhkan perawatan extra dibandingkan dengan mobil non turbocharger. Sebab jika sampai salah dalam merawat turbo bisa mengalami kerusakan dimana ongkos beli baru nya akan sangat mahal sekali hingga puluhan juga untuk turbocharger yang ukurannya kecil tersebut.

Perawatan turbocharger sebenarnya adalah freemaintenance dimana kita tidak perlu melakukan pembongkaran dan pembersihan komponen turbo. Yang lebih fokus untuk diperhatikan adalah rutinitas penggantian oli mesin dan juga air radiator, mengingat kedua komponen ini nantinya juga digunakan sebagai sistem pelumasan dan pendinginan didalam sistem turbocharger.

Lalu pertanyaannya adalah jika kita abaikan perawatan oli dan radiator dan turbocharger mengalami kerusakan, apakah turbocharger bisa di servis atau diperbaiki ?. Jawaannya tentu saja bisa, biasanya kita memerlukan komponen pengganti atau yang sering disebut dengan "repair kit" yang harga per set nya juga lumayan walau hanya berupa kit. Perkiraan repair kit nya sendiri kira - kira sekitar 2 hingga 3 juta an untuk mesin turbo kecil.

Apakah efektif mesin turbo yang sudah di repair digunakan kembali ?

Kemungkinan besar dari beberapa pengalaman dilapangan sih turbo tidak akan bisa bertahan lama, berbeda dari kondisi sebelum direpair yang bisa awet berpuluh tahun. Kadang untuk mesin turbo hasil repair sih dalam hitungan semester atau tahun saja sudah mengalami rewel kembali. Hal ini sangat wajar mengingat bahan repair kit di pasaran juga berbeda - beda kan.

Itulah mengapa bengkel resmi lebih menyarankan ganti baru dibandingkan melakukan servis, meskipun harga baru bisa lebih diatas 15jt rupiah untuk 1 unit mesin turbo kecil.

Jika dihitung - hitung mengganti komponen baru walau terlihat mahal lebih ekonomis dibandingkan repair yang mungkin saja setengah tahun problem datang lagi, lagi dan lagi coba bayangkan berapa repair kit yang harus anda beli dan juga jasa pasang yang harus kalian persiapkan nantinya.

Setelah mengganti mesin turbo sebaiknya rutin ganti oli sesuai jadwal, atau lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan akan semakin baik. Begitu pula dengan sistem radiator. Semoga bermanfaat.