Blog Tips Otomotif Mobil Motor

Air Aki Merah Dan Biru Mana Yang Lebih Bagus ?

Air aki merah vs biru - Aki type basah adalah salah satu jenis aki yang sampai saat ini masih banyak dipakai meskipun tergolong berteknologi jadul.Hal ini bukan tanpa sebab mengingat meskipun aki basah ini perlu rutin dipantau ketinggian cairan elektrolitnya, jika si pemilik kendaraan rutin dalam melakukan perawatan usianya bisa bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan aki model MF.

Cara perawatan aki basah ini sangat simpel walaupun beberapa orang menganggapnya repot yakni harus rajin memantau ketinggian air aki didalamnya. Jika air aki berkurang maka kita sebaiknya sesegera mungkin menambahkan air aki kedalamnya agar ketinggiannya kembali di batas aman.

Perbedaan Air Aki Zuur Dan Air Aki Tambah

Nah di pasaran sendiri untuk air aki yang dijual biasanya dikemas dalam kemasan botol tuang yang memiliki label merah dan label biru yang tentu saja memiliki fungsi yang berbeda beda. Jika kalian bingung mau memilih aki botol merah atau aki botol biru, sebaiknya kalian perlu memahami fungsi dari air tersebut dan penggunaannya.

Air aki botol merah

Biasa disebut dengan air zuur atau air asam sulfat yang memiliki rumus kimia H2SO4 yaitu larutan elektrolit yang nantinya dapat digunakan sebagai cairan penghantar listrik. Pada dasarnya air aki botol merah ini pun bukan murni H2SO4 karena bagaimanapun juga kadar sulfatnya tak lebih dari 10% nya saja.

Air aki botol biru

Adalah air yang didapatkan dari proses penyulingan dan bebas mineral ( walaupun beberapa ada yang mengandung timbal ), yang biasanya digunakan sebagai cairan penambah volume aki jika volume air pada sel aki mulai berkurang sedikit. Dengan menambahkan air aki botol biru inilah kita bisa mengatur volume air dialam sel aki agar tidak menurun dan habis. Sebab jika sel aki tidak terendam sempurna oleh cairan elektrolik akan menyebabkan suhu aki menjadi panas dan akhirnya akan rusak.

Baca juga : Cara cas aki kering paling gampang

Untuk pengaplikasiannya biasanya air aki botol merah ini dipakai saat pengisian aki pertama kali dimana aki sebelumnya kosong tanpa cairan. Cukup tuang air zuur botol merah pada tiap - tiap sel aki sesuai dengan batas ketinggiannya, jangan terlalu kurang dan berlebih.

Atau bisa juga digunakan saat aki kendaraan kehabisan cairan akibat anda lalai dalam mengontrolnya, misal saja air aki tinggal seperempat atau bahkan habis tak bersisa. Termasuk juga saat rekondisi aki, dimana prosesnya adalah mendidihkan aki kemudian membuang seluruh cairan yang ada, kemudian menggantinya dengan cairan baru.

Sedangkan untuk air aki botol biru digunakan jika air aki mulai menyusut, misal saja menyusut dibawah batas low level. Jangan sekali - kali menambahkan air aki botol biru kedalam aki yang kehabisan elektrolit, sebab akan membuat aki tidak bisa di cas dikarenakan terlalu banyaknya kadar air didalam sel.

Baca juga : Inilah penyebab air aki cepat habis

Nah semoga bermanfaat.


Fungsi Magnetic Clutch AC Mobil

Magnetic clutch work - didalam sistem AC mobil tentu terdapat berbagai komponen pendukung mulai dari kompressor, kondensator, kipas pendinginan, katup espansi, driyer, evaporator dan lain lain agar dapat menciptakan hawa sejuk didalam ruang kabin. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas fungsi khusus dari salah satu komponen sistem pendinginan yang disebut dengan Magnetic clutch yang biasanya sering mengalami kerusakan berupa macet, bunyi mencicit atau bahkan sama sekali tidak berfungsi alias los.

Fungsi Magnetic Clutch AC Mobil


Fungsi magnetic clutch

Komponen magnetic lutch ini erat kaitannya dengan sistem AC maupun sistem otomatis elektrik lainnya. Fungsi utama dari magnetic clutch atau elektrical clutch ini ialah sebagai saklar pemutus dan penyambung otomatis putaran antara "pulley AC" dengan "As kompressor AC" yang diputar oleh drive belt, tentunya melalui berbagai sensor yang terpasang pada sistem AC mobil.


Terdapat tiga komponen utama pada sistem magnetic clutch seperti yang terlihat pada gambar diatas yaitu "Clutch plate", "pulley AC" serta "clutch coil/ spull".

Cara kerja magnetic clutch

Bagian pulley ini akan berputar secara kontinue/terus menerus tanpa henti karena bagian ini dihubungkan langsung dengan putaran pulley crankshaf oleh Vbelt. Saat Ac mobil di "ON" kan, spull akan teraliri listrik yang selanjutnya membuat bagian ini menjadi medan magnetik. Selanjutnya spull yang telah berubah menjadi magnet ini kemudian akan menarik bagian Clutch plate sehingga antara "Clutch coil" dan "Clutch plate" akan menjepit pulley AC. Dengan begitu maka putaran dari pulley tadi akan diteruskan menuju ke poros kompressor sehingga kompressor dapat bekerja.

Proses ini akan terjadi secara terus menerus dan otomatis melalui sensor thermistor AC yang biasanya terpasang di bagian evaporator AC mobil.

Kenapa harus putus - nyambung ?

Nah pertanyaan bagus, kompressor AC ini dibuat on/off secara otomatis ini ditujukan agar mesin bisa memperoleh performanya dengan baik, irit bahan bakar, serta kompressor AC bisa berusia lebih panjang. Sebab saat kompressor AC menyala maka mesin pun akan mendapatkan beban tambahan, dan jika mesin harus bekerja lebih berat, tentunya mesin harus mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar sehingga penggunaan BBM semakin meningkat.

Selain itu beban mesin yang selalu bekerja berat, akan membuat tenaga mesin menjadi loyo sehingga "kompressor AC" perlu di ON/OFF kan secara berkala untuk mencuri tenaga agar mobil bisa melaju dengan kencang.

Kerusakan yang biasa terjadi pada magnetic Clutch

Kerusakan yang umum terjadi pada komponen ini diantaranya adalah timbulnya bunyi mencicit akibat keringnya bagian bearing, pulley macet total atau juga mengalami malfungsi berupa tidak bekerja nya bagian ini saat AC mobil dihidupkan. Beberapa kerusakan bisa dilakukan perbaikan / servis, dan kadang juga tidak bisa alias perlu diganti komponen baru.

Baca juga : Penyebab magnetic clutch AC cepat rusak





Penyebab Ban Bunyi Berdecit Saat Belok

Automotivexist.blogspot.com - memang bunyi decit di bagian ban ketika mobil dibelokkan akan sangat mengganggu telinga, atau bahkan membuat si pemilik mobil merasa was - was mengenai bunyi yang terjadi di ban tersebut sehingga mereka pun membawa mobil kesayanganya ke bengkel guna mengatasi ban bunyi saat belok tadi.

Lalu apa sih yang bisa menyebabkan timbulnya bunyi pada ban ketika belok tadi ?

Penyebab Ban Berdecit Saat Belok
Image by : yaman.olx.ph


Banyak sekali faktor penyebab kenapa ban berbunyi saat dipakai belok yang diantaranya ialah sebagai berikut ini :

1. Tekanan angin ban kurang

Tiap pabrikan kendaraan biasanya memiliki standar tekanan ban di masing - masing produk kendaraan mereka. Biasanya informasi ini berupa stiker yang ditempel di bagian pintu pengemudi. Disana biasanya terdapat informasi mengenai tekanan minimal - maksimal baik ketika kendaraan kosong ataupun bermuatan penuh. Umumnya tekanan ideal roda mobil ada di rentang 34 - 36 PSI untuk mobil penumpang, 29 - 33 untuk mobil sedan.

Tekanan angin yang kurang dari itu tentu saja akan membuat ban menjadi lebih ngegrip karena bidang gesekan antara permukaan ban dengan aspal semakin besar. Dan karena gaya gesek yang besar inilah yang kemudian menimbulkan bunyi mencicit. Jika ada diantara kalian mobil nya mengeluarkan suara mencicit di bagian ban saat dipakai belok, cobalah menyetel tekanan angin sesuai dengan standarnya yakni diantara 32 hingga 34 PSI.

2. Compound ban terlalu lunak

Selanjutnya adalah mengenai compound ban, semakin lunak compound ban tentu daya cengkeram ke aspal semakin baik karena ban lunak. Namun karena permukaannya lunak akan membuatnya gampang terkisis oleh aspal jalan, sebab pada dasarnya ban bercompound lunak ini hanya cocok dipakai di jalanan basah saja. Dan karena permukaan ban yang lunak, friksi antar ban dan aspal semakin besar dan ada kemungkinan timbul bunyi berupa mendecit ssaat dipakai belok di atas permukaan yang tidak berpori seperti diatas lantai plesteran ataupun diatas lantai keramik kering.

3. Suspensi type tertentu ( Mcperson )

Beberapa jenis suspensi memang memiliki kelemahan yang salah satunya adalah menyebabkan ban menjadi bunyi saat digunakan untuk belok. Biasanya suspensi model Mcperson yang sering mengalami hal ini, sebab pada suspensi Mcperson hanya memiliki satu buah arm sehingga saat digunakan belok, sudut camber juga akan ikutan berubah.

4. Sudut belok setir terlalu banyak

Semakin banyak sudut belok suatu setir, maka rolling camber atau berubahnya sudut camber selama setir digunakan untuk belok tadi akan semakin besar. Dan semakin tajam kita membelokkan setir, tentu saja semakin rawan ban di bagian luar radius yang terseret dan menimbulkan bunyi mencicit akibat ban tidak mampu mengikuti laju kendaraan ketika belok. Untuk mobil keluaran baru yang menggunakan steering rack biasanya dari pabrikan sudah paten sudut beloknya, sedang mobil jadul seperti kijang kapsul, panther dan sebagainya masih terdapat baut penyetel pitman arm.

Usahakan setel sudut belok dari posisi lurus kekiri maupun dari posisi lurus ke kanan maksimal hanya 1 lebih 3/4 putaran. Dengan menyetel sudut belok atau radius putar setir mobil bisa mengurangi bunyi mendecit, namun konsekuensi yang harus diterima adalah kita tidak bisa sekali putar melakukan turn U seperti saat radius setir masih menggunakan 2 putaran, kita harus lebih pandai ambil ancang - ancang saat hendak belok turn U.

5. Sudut roda kemudi yang tidak tepat ( Spooring )

Terakhir adalah soal sudut roda kemudi depan mobil yang mengalami pergeseran sehingga menimbulkan bunyi mendecit saat dipakai belok. Faktor utama yang meyebabkan kondisi yang demikian biasanya dipengaruhi oleh sudut camber serta rolling camber ( toe - in ) yang tidak tepat. Untuk yang satu ini silahkan kalian konsultasikan ke ahli spooring di bengkel langganan.

Ingat jika pada mobil kalian termasuk kedalam poin nomor 2,3,dan 4 diatas, sepertinya melakukan spooring saja tidak akan menyelesaikan problem dengan sempurna kecuali kalian menyelesaikan problem pada poin yang tadi. Dan khusus untuk poin nomor 3 diatas, jika ternyata mobil kalian bertype Mc person sebaiknya jangan berharap banyak untuk hasil yang sempurna.

Semoga informasi diatas dapat berguna.


Cara Agar Rem Cakram Makin Pakem

Agar rem cakram makin pakem - motor yang sudah dioprek bagian mesin agar powernya semakin meningkat, tentu saja membutuhkan sistem pengereman yang mumpuni untuk mengimbangi kencangnya laju motor tersebut.

Sebab bila tidak tentu akan sangat berbahaya sekali jika sewaktu - waktu kalian lepas kontrol, ngebut dan mendapatkan halangan, kalian pun tidak akan bisa memprediksi dengan tepat kapan motor kalian bisa berhenti dengan sempurna saat melakukan pengereman.

Image by : nepalmountainews


Oleh sebab itu kalian pun perlu melakukan pembenahan di bagian sistem pengereman sepeda motormu. Bagaimana caranya ? tentu saja dengan melakukan perubahan di bagian - bagian tertentu di sistem rem itu sendiri.

Contohnya saja mengganti bagian master rem dengan master rem racing semisal brembo, atau master rem racing lain yang mungkin harganya lebih murah dari brembo dan tentu saja lebih terjangkau untuk kantong mu. Hal ini sangat penting mengingat fungsi utama master rem adalah sebagai pendorong minyak rem yang menuju ke bagian piston kaliper.

sangat disarankan melakukan sistem rem satu set dimulai dari master rem, selang rem, master kaliper hingga pad brake serta discbrake nya. jika kalian merasa terlalu mahal untuk mengganti yang satu set, kalian bisa menggantinya part demi part yang bisa dibeli secara terpisah, namun sekali lagi pastikan membeli part yang berkualitas.

Untuk mengetahui kualitas suatu barang kalian bisa melakukan sedikit survey menanyakan ke teman - teman kalian yang sudah pernah menggunakan komponen tersebut, tanyakan juga ke pihak toko sebagai perbandingan.

Dengan begitu motor yang sudah kalian upgrade powernya pun akan terasa mantep dan pakem rem nya.

Mengatasi rem cakram kurang pakem di motor standar


Diatas adalah tips agar rem cakram makin pakem untuk motor yang sudah di oprek mesinnya, karena semakin tinggi power mesin jika sistem remnya masih menggunakan versi standar tentu rasanya seperti rem nya yang gembos, padahal tenaga mesinnya yang meningkat ( Baca : sengaja ditingkatkan ).

Lalu bagaimana dengan sepeda motor standar yang semuanya serba standar, namun rem nya terasa gembos dan kurang pakem ? silahkan lakukan beberapa langkah di bawah ini :

1. Periksa seluruh sistem rem secara visual dan fungsional, pemeriksaan visual ini sangat penting dilakukan agar kita bisa mengambil langkah lanjutan. Yang pertama kalian harus memeriksa seluruh komponen sistem rem mulai dari kondisi dan fungsi master rem, kondisi selang rem, cek kampas serta disbrake, cek fungsi piston kaliper dan lain sebagainya. jika ditemukan komponen yang cacat sangat disarankan untuk dilakukan penggantian dengan komponen baru berkualitas.

2. Setelah dilakukan pemeriksaan visual dan fungsional tidak ditemukan masalah yang berarti, kalian bisa mengambil langkah lanjutan berupa menggosok permukaan kampas maupun discbrake menggunakan amplas halus. Fungsinya adalah untuk menciptakan pori - pori baru agar kampas dan piringan bisa pakem tentunya.

3. Menguras dan mengganti minyak rem dengan minyak baru, pastikan kalian bleding dengan sempurna, jangan sampai salah dan masuk angin sebab angin yang ada didalam saluran minyak rem bisa mereduksi gaya tekan didalam selang yang akhirnya rem seolah - olah nggembos bahkan blong.

Setelah melakukan langkah - langkah diatas dengan benar, kalian bisa melakukan pengetesan atau final inspeksi dengan cara menggunakan sepeda motor seperti biasanya dan lakukan pengereman.

Tips lain :

Gunakan selang rem berkualitas jika memang selang perlu diganti. Pilihlah selang rem yang tidak mudah mengembang saat melakukan pengereman sehingga tenaga dorong dari master tidak tereduksi di bagian ini.

Ketika mengganti komponen fast moving seperti pad brake atau kampas rem, pilihlah kampas yang berkualitas bagus, memiliki pori - pori yang cukup dan tidak banyak mengandung material serbuk besi, sebab kampas rem yang seperti ini bisa menyebabkan cacat di bagian piringan cakram. Minimal gunakan kampas rem genuine bila kalian takut salah memilih.

Pilih cakram rem yang memiliki lubang pembuangan yang tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Sebab bila lubang buang terlalu sedikit, ada kemungkinan piringan sulit meredam panas dan memuai, dan juga jika terlalu banyak lubang buang malah bisa membuat kampas kalian cepat habis tergerus.

Kontrol fluida rem dan ganti secara berkala sesuai buku petunjuk servis, sebab kadang ada orang yang bahkan selama memiliki motor tidak pernah melakukan penggantian fluida rem sekali pun. Dengan rutin mengganti minyak rem, tentu kotoran karat maupun benda lain yang mungkin larut didalamnya tidak mengendap dan menyebabkan kebuntuan.

Rutin melakukan pemeriksaan fungsi maupun visual dari piston kaliper. Jika karet pelindung pecah atau rusak segera lakukan penggantian, sebab jika tidak, air bisa masuk kedalam dan menyebabkan macet.



Alasan Ban Harus Diganti Tiap 5 Tahun

Automotivexist.blogspot.com - pernahkah kalian mendengar atau membaca informasi mengenai ban mobil yang disarankan di ganti tiap 5 tahun sekali meskipun kembang ban masih terlihat bagus ? Kira - kira apa sih alasannya ?

Alasan penggantian ban ini beragam dengan alasan yang ada sangkut pautnya dengan keamanan tau safety. Nah beberapa hal dibawah ini adalah alasan kenapa sebaiknya ban mobil diganti secara periodik minimal tiap 5 tahun sekali.

Alasan ban harus diganti secara periodik

Alasan Ban Harus Diganti Tiap 5 Tahun
Image by : besmart,ca


1. Daya cengkeram yang menurun.

Seiring waktu berlalu maka daya elastisitas ban juga semakin menurun. Ban yang sudah tidak lagi elastis tentu daya cengkram nya juga sudah tidak lagi bagus ( tidak ngegrip ). Ban pun akan lebih rawan slip jika dipake melaju di jalanan yang kondisinya basah seperti dimusim hujan. Ban yang gampang slip seperti ini tentu rawan menjadi penyebab kecelakaan.

2. Kenyamanan berkendara terganggu.

Ban yang sudah berusia uzur, apalagi tidak dirawat oleh pemiliknya lama - kelamaan akan bagian dinding nya akan semakin mengeras. Yang perlu diketahui tentang ban salah satunya adalah sebagai peredam getaran bukan ? Nah, dinding ban yang sudah mengeras tentu daya redam getaran tidak lagi maksimal, rasanya pasti akan lebih keras dibandingkan jika memakai ban yang sidewall nya masih lentur. Hal ini akan memicu kita untuk mengurangi tekanan ban dibawah tekanan ideal. Jika tekanan terlalu rendah selain membuat konsumsi bbm boros, ban juga rawan benjol di bagian sidewall nya.

3. Ban rawan pecah.

Ban yang sudah berusia tua selain konturnya yang semakin mengeras, terkadang juga muncul retak - retakan yang bervariasi, mulai dari retak seukuran bercak hingga retakan yang lebih panjang. Retakan ini tentu akan semakin banyak dan menyebar. Bila ban tidak segera diganti baru, sangat dikhawatirkan mengalami pecah dijalanan.

Nah ternyata alasannya cukup penting dan menarik bukan kenapa ban sebaiknya diganti secara periodik ?

Bagi yang memiliki banyak uang sih tidak jadi masalah untuk gonta - ganti ban, namun bagi yang berkantong cekak apalagi mobil sudah butut pasti akan sedikit merasa keberatan jika diharuskan mengganti ban tiap 5 tahunan ini bukan ?

Kalian bisa sih tidak mengganti ban walaupun lebih dari 5 tahun asalkan kondisi ban tadi benar - benar masih baik, terutama masih lentur / elastis, tidak terdapat retakan, serta tidak banyak bekas tambalan. Tapi sekali lagi jika ban sudah tidak masuk kriteria layak pakai, usahakan diganti saja dengan ban produksi baru.